Selamat Pagi Bloger...
Mungkin masih banyak para pembaca yang belum tahu arti dari simbol yang ada di ponsel mereka tepat di sebelah logo sinya seperti G, H, H+, 3G, 4G etc. Berikut Pengertiannya.
1. GPRS (Global Package Radio Service)
Suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi
Circuit Switch Data atau CSD. Penggabungan layanan telepon seluler
dengan GPRS (General Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru
yang disebut 2.5G. Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data
(dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan World Wide Web (WWW).
Simbol G memiliki kecepatan Rendah sekitar 50 - 80 Kbps.
2. EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution)
Teknologi evolusi dari GSM dan
IS-136. Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi
spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasitas.
Pengaplikasian EDGE pada jaringan GSM fase 2+ seperti GPRS dan HSCSD dilakukan dengan penambahan lapisan fisik baru pada sisi
Radio Access Network (RAN). Jadi tidak ada berubahan di sisi jaringan inti seperti
MSC, SGSN, ataupun GGSN. Edge ini satu tingkat lebih tinggi dari GPRS dan kecepatannya 3 kalipat.
3. 3G (Third Generation Technology)
Merupakan teknologi evolusi dari generasi sebelumnya yang memiliki
kapasitas pengiriman dan penerimaan dari lebih besar dan lebih cepat.
Oleh karena itulah, teknologi ini dapat digunakan untuk melakukan video
call. Teknologi 3G sering juga disebut dengan mobile broadband karena
keunggulannya sebagai modem untuk internet yang bersifat portable.
Perkembangan 3G secara komersial dimulai pada tahun 2001 di Jepang oleh
NTTDoCoMo yang kemudian disusul oleh Korea Selatan pada tahun 2002.
Idealnya teknologi ini memiliki kecepatan transfer data pada level
minimum 2Mbps pada pengguna yang berada pada posisi diam ataupun
berjalan kaki, dan 384 kbps pada pengguna yang berada di dalam kendaraan
yang sedang berjalan.
4. HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)
Merupakan teknologi yang disempurnakan dari teknologi sebelumnya yang
juga dapat disebut 3.5G, 3G+ atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan
berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) memiliki
kecepatan dan kapasitas transfer data yang lebih tinggi. Penggunaan
HSDPA saat ini menyokong kecepatan penelusuran dari 1.8, 3.6, 7.2 hingga
14 Mpbs. Oleh karena itulah jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan
untuk digunakan sebagai modem internet pada computer ataupun notebook.
Pemasaran HSDPA dalam bentuk modem yang digunakan sebagai koneksi mobile
broadband baru diperkenalkan pada tahun 2007. Pada Agustus tahun 2009,
250 jaringan HSDPA secara komersial telah meluncurkan layanan mobile
broadband di 109 negara.
5. HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access)
HSUPA merupakan salah satu protokol ponsel yang memperbaiki proses
uplink atau penaikkan data dari perangkat ke server (unggah) yang
mencapai 5,76 Mbit/s. Dengan kecepatan ini, pengguna dapat lebih mudah
mengunggah tulisan, gambar, maupun video ke blog pribadi ataupun situs
seperti YouTube hanya dalam waktu beberapa detik saja. HSUPA juga dapat
mempermudah melakukan video streaming dengan kualitas DVD, konferensi
video, game real-time, e-mail, dan MMS.
Saat terjadi kegagalan dalam pengiriman data, HSUPA dapat melakukan
pengiriman ulang. Tingkat kecepatan pengiriman juga dapat disesuaikan
dengan keadaan ketika terjadi gangguan jaringan transmisi.HSUPA
diluncurkan secara komersial pertama kali pada awal tahun 2007.
6. HSPA (High-Speed Packet Access)
Jaringan HSPA sebagian besar tersebar pada spektrum 1900 MHz dan 2100
MHz namun beberapa berjalan pada 850 MHz. Spektrum yang lebih besar
digunakan karena operator dapat menjangkau area yang lebih luas serta
kemampuannya untuk refarming dan realokasi spektrum UHF.
HSPA menyediakan kecepatan transmisi data yang berbeda dalam arus data turun (downlink) dan dalam arus naik (uplink), terkait standar pengembangan yang dilakukan Third Generation Partnership Project (3GPP).
Perkembangan lanjutan HSPA dapat semakin memudahkan akses ke dunia maya
karena sarat fitur rapi dan canggih sehingga dapat mengurangi biaya
transfer data per megabit.
7. HSPA+ (High Speed Packet Access+)
HSPA+ atau disebut juga Evolusi HSPA adalah teknologi standar pita lebar
nirkabel yang akan hadir dengan kemampuan pengiriman data mencapai 42
Mbit/s untuk downlink dengan menggunakan modulasi 64QAM dan 11 Mbit/s
untuk uplink dengan modulasi 16QAM.
Pengembangan lainnya pada HSPA+ adalah tambahan penggunaan antena
Multiple Input Multiple Output (MIMO) untuk membantu peningkatan
kecepatan data. HSPA+ memberikan pilihan berupa arsitektur all-IP
(Internet Protocol) yang dapat mempercepat jaringan serta lebih murah
dalam penyebaran dan pengendaliannya. Sampai Agustus 2009, terdapat 12
jaringan HSPA+ di dunia dengan kecepatan downlink mencapai 21 Mbit/s.
Pelopornya adalah Telstra di Australia pada akhir 2008. Sedangkan
jaringan untuk kecepatan 28Mbit/s telah hadir untuk pertama kalinya di
dunia dengan Italia sebagai negara perintisnya.
Berikut TABELNYA